Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Majalengka harus bersiap dengan adanya Bandara Internasional Kertajati

Majalengka harus bersiap dengan adanya Bandara Internasional Kertajati, adanya Bandara akan menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi luar biasa. Pemerintah daerah selaku pihak yang berwenang  harus membuat rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang didukung dengan akselerasi dari pengusaha swasta dan tentunya komitmen warga Majalengka dalam menjaga dan mengembangkan potensi daerahnya.

Kamis (24/5) Presiden Joko Widodo melakukan Penerbangan Perdana di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat dengan didampingi oleh Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menteri Perikanan & Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Penerbangan perdana yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ini, menjadi momen penting bagi PT Angkasa Pura II (Persero) yang mulai bekerjasama dengan PT Bandara Internasional Jawa Barat sejak Januari 2018 lalu ditunjuk sebagai pengelola Bandara Internasional Kertajati.

Presiden Jokowi menuturkan bahwa Pemerintah daerah serta Angkasa Pura II selaku operator Bandara Internasional Kertajati diharapkan mampu bersinergi menciptakan kinerja positif dengan memberikan pelayanan terbaik di bandara ini. “Kita berharap Bandara Internasional Kertajati nantinya akan menjadi sebuah bandara yang bisa memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat. Selain itu juga harapannya adalah terciptanya dampak ekonomi positif untuk Provinsi Jawa Barat. Tumbuhnya perekonomian daerah tentunya akan menarik minat para investor sehingga percepatan pembangunan bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas”, jelas Jokowi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut mengapresiasi kehadiran Bandara Internasional Kertajati yang menjadi pintu gerbang Provinsi Jawa Barat. Beliau berharap melalui bandara ini akan hadir banyak pilihan penerbangan yang mampu mengakomodir kebutuhan para pengguna jasa kebandarudaraan. “Dengan hadirnya bandara ini diharapkan mampu menarit minat para pelaku bisnis penerbangan untuk dapat membuka rute penerbangan dari dan menuju Kertajati. Tidak hanya penerbangan domestik, tetapi juga penerbangan internasional sehingga hal ini akan meningkatkan konektivitas penerbangan yang berdampak pada pergerakan roda ekonomi masyarakat pada masing-masing daerah”, ungkap Budi.

Senada dengan pernyataan Presiden dan Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyikapi optimis terkait kehadiran Bandara Internasional Kertajati mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang juga dapat menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi mikro dan makro Jawa Barat. “Pemerintah Daerah serta masyarakat Jawa Barat kini bisa berbangga diri dengan adanya bandara megah ini. Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa berpartisipasi dalam melihat peluang-peluang usaha yang bisa dikembangkan supaya dampak ekonomi bisa dirasakan bersama. Kami optimis pertumbuhan ekonomi akan meningkat setelah dioperasikannya Bandara Internasional Kertajati ini”, ucap Ahmad.

Pada kesempatan ini, President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin turut menyampaikan bahwa Bandara Internasional Kertajati akan melayani penerbangan komersial serta angkutan Haji tahun 2018,”Kami telah melakukan persiapan operasional terkait penerbangan komesial perdana yang rencananya akan dilaksanakan pada H-7 Hari Raya Idul Fitri. Harapannya dengan hadirnya Bandara Internasional Kertajati ini mampu memberikan alternative baru bagi para pemudik untuk pulang kampung. Selain itu akan dilanjutkan dengan layanan embarkasi dan debarkasi Haji tahun 2018 yang rencananya akan melibatkan maskapai Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Kertajati – Cengkareng -Jeddah. Total akan ada 5 kloter jamaah Haji yang akan terbang dari Kertajati”.

Pengoperasian serta pengembangan Bandara Internasional Kertajati sendiri akan melalui beberapa tahap. Pada tahap pertama, luasan terminal mencapai 96.000 m2 dengan kapasitas penumpang 5-12 juta penumpang per tahun. Pada tahap ultimate, akan dilakukan penambahan luasan hingga 209.151 m2 sehingga terminal akan memiliki daya tampung sekitar 29,3 juta per tahun. Pengembangan bandara ini sendiri telah dimulai sejak tahun 2016 dan diproyeksikan akan rampung pada tahun 2032.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan “AP II dipercaya untuk mengelola Bandara Internasional Kertajati hingga tahun 2035. Dengan skema KSO (Kerjasama Operasi), kami akan mengoperasikan secara keseluruhan operasional bandara ini dan kedepannya besar harapan kami dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya perekonomian daerah Jawa Barat”.

Bandara yang rencananya akan melakukan grand launching pada Juli 2018 ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 m, dengan luas terminal mencapai 96.000 m2.

Dengan dikelolanya Bandara Internasional Kertajati, tentunya akan diimplementasikan standardisasi pelayanan yang sejalan dengan budaya kerja korporasi. AP II akan menerapkan konsep Smart Airport untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan pelanggan baik melalui aplikasi digital maupun kegiatan operasional bandara. Hal ini diharapkan mampu terus meningkatkan customer experience di seluruh bandara yang dikelola AP II.

Direktur Utama Bandara Internasional Kertajati, Virda Dimas Ekaputra menambahkan bahwasannya pihaknya sangat antusias menyambut kehadiran Presiden Jokowi beserta rombongan dalam penerbangan perdana di Kertajati. Virda mengatakan,”Ini merupakan Historical Flight bagi Bandara Internasional Kertajati. Titik awal dimana akan ada sejumlah pilihan penerbangan komersial hadir disini pada pertengahan tahun 2018. Segala persiapan operasional akan dimaksimalkan agar pelayanan lebih siap ketika penerbangan komersial dijalankan”.

Advertisements