Latar belakang sampai akhirnya keluar tulisan ini adalah dikarenakan pengalaman beberapa kali mengunjungi Suku Baduy dan atas dasar minat terhadap pariwisata serta kekhawatiran terhadap kelestarian Kebudayaan Suku Baduy.

Seperti kita ketahui  Tourism Center
adalah Pusat informasi tentang apa dan bagaimana di suatu Daerah Tujuan Wisata, demikian pula dengan Suku Baduy yang menurutku butuh satu pusat kegiatan dan pusat informasi yang mana tujuannya adalah Pengelolaan Destinasi Wisata, Pemanfaatan Ekonomi untuk masyarakat lokal, Pelestarian Kebudayaan Suku Baduy serta Pelestarian Lingkungan itu sendiri agar dapat di wariskan turun temurun kepada generasi berikutnya serta kepada masyarakat penikmat pariwisata tentunya.

6ff5c2af-7d77-4745-acf1-15630ad0715a

Sebagai destinasi wisata, Suku Baduy sudah memenuhi beberapa kriteria yaitu:

1.Ada sesuatu yang dapat dilihat

Tempat tersebut dapat menarik minat banyak wisatawan untuk mengunjunginya, banyaknya wisatawan yang datang berarti tempat tersebut sudah bisa dijadikan obyek wisata. Hal ini bisa berupa Alam Suku Baduy dan aktifitas keseharian dari Suku ini.

2.Ada sesuatu yang dapat dilakukan

Ada sesuatu yang dapat dilakukan oleh para wisatawan selama melakukan perjalanan wisata  pada obyek wisata yang dituju, contohnya: trekking, fotografi, belajar kesenian dan kerajinan khas serta kegiatan studi.

3.Ada sesuatu yang dapat dibeli

Suatu obyek wisata harus mampu menjual barang-barang souvenir dari suatu objek wisata tersebut sehingga wisatawan yang datang bisa sekaligus membeli oleh-oleh sehingga dapat meningkatkan jumlah pendapatan daerah.

Selain itu saya melihat ada beberapa potensi lain yang dapat menjadikan Suku Baduy begitu menarik dari segi pariwisata antara lain :

  • Tata cara kehidupannya
  • Hasil ciptaan berupa benda-benda bersejarah, kebudayaan dan keagamaan.

Karakter Destinasi Wisata di atas seperti di sebutkan di atas sudah terdapat di Suku Baduy tapi sepertinya belum di kelola atau di lakukan secara terorganisir sehingga kelak dapat bermanfaat untuk Masyarakat Lokal. Maka dari itu menurut saya perlunya pusat informasi & pusat kegiatan yang dapat menjadi wadah pengembangan Daerah Tujuan Wisata Suku Baduy

Tourism Center ini terdiri dari :

  • Pusat Informasi

Berisi tentang Sejarah Suku Baduy, Jenis paket wisata (what to do ), Agenda Kegiatan, Website, Sosial Media, Data & Statistik, Organisasi pengelola (Pemuda Adat), Poster & Flyer, Peta serta Informasi umum dan Partner pengelola (Komunitas terdaftar dsb)

  • Pusat Kegiatan Seni dan Budaya

Klasifikasi Kesenian dan Kebudayaan yang ada di Suku Baduy serta tempat latihan dan pengembangan. Sebagai  contoh pengembangan musik karinding, tari-tarian, upacara adat, ritual dsb.

  • Pusat Niaga Kerajinan Khas

Sebagai wadah distribusi ataupun pelatihan, pengembangan, pengemasan produk khas Suku Baduy seperti Madu, Tas, Kerajinan Bambu, Ukiran, Gelang, Kalung, Pakaian dsb.

Yang perlu di cermati juga dengan masuknya pariwisata adalah dampak yang disebabkannya yakni Dampak Pariwisata terhadap Ekonomi, Sosial Budaya dan Lingkungan Fisik Masyarakat Suku Baduy baik itu Positif ataupun Negatif misalnya, (sementara dampak negatif dulu yah, dampak positifnya juga banyak kok hehe )

Dampak negatif secara ekonomi

  • Ketergantungan terhadap Pariwisata
  • Musiman
  • Timbul biaya

Dampak Negatif Sosial Budaya

  • Berkurangnya pekerja tradisional/adat
  • Bisa terjadi kesenjangan sosial dgn adanya kesenjangan pendapatan
  • Banyaknya pekerja musiman
  • Meningkatnya jumlah pendatang baru dari Area sekitar Suku Baduy
  • Potensi konflik agama / aturan suku / kearifan lokal
  • Transformasi Identitas dan Nilai budaya/tradisi
  • Naiknya harga – harga barang pokok ataupun harga tanah
  • Perilaku menyimpang yg mungkin disebabkan karena akulturasi kebudayaan
  • Kriminal
  • Komersialisasi budaya

Dampak Negatif Lingkungan Fisik

  • Polusi, buang sampah sembarangan

 

Tapi dimana ada masalah pasti ada solusi, kurang lebih pendekatannya menggunakan metode di bawah ini, bagaimana setiap elemen dapat merumuskan setiap permasalahan yang ada dengan mengacu kepada empat elemen dasar ini

Pendekatan dalam menganalisis situasional diantaranya pendekatan VICE.

VICE sebagai kunci keberhasilan perencanaan strategis pariwisata

Berdasarkan faktor-faktor di atas, keberhasilan  rencana strategis harus dapat mengidentifikasi empat aspek yaitu:

  • Menyambut, melibatkan dan memuaskan Visitor (pengunjung dan Komunitas )
  • Mencapai keuntungan dan kemakmuran bagi Industry (Pemerintah)
  • Mengikutsertakan dan memberikan manfaat bagi Community (masyarakat),
  • Melindungi dan mempertahankan Environment (lingkungan) lokal.

a3ab50ee-c4c1-4a36-8918-39a176afb769

Demikian kira2 pemikiran sederhana ini, tentunya masih jauh dari sempurna dan masih banyak yg bisa di kembangkan seperti bagaimana mengelola pengunjung, bagaimana memasarkan destinasi wisata ini dsb. Untuk saran dan kritik langsung aja ya kirim email ke b5136vv@yahoo.com

-akhmadzulfikri- 27 Juni 2017

 

Advertisements

About terbang ke bulan

a travel site dedicated for traveler & for GOD to create this beautiful earth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s