Air Terjun Diwu Mbai di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Berwisata ke Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat memang beda. Di Moyo, jangan berangan-angan menemukan mobil. Satu-satunya angkutan yang ada di pulau seluas 32.044,86 hektare ini hanyalah sepeda motor. Listrik pun hanya berfungsi di malam hari.

Nama Moyo dikenal sejak Amanwana Resort, sebuah penginapan mewah di pinggir pantai dengan bangunan berbentuk tenda, beroperasi. Suka atau tidak, nama Moyo memang identik dengan Amanwana. Akibatnya berwisata ke Pulau Moyo termasuk kategori mahal. Jangankan untuk menarik minat wisatawan nusantara, wisatawan asal Pulau Sumbawa pun banyak yang belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Moyo.Persoalan mendasar adalah masalah transportasi laut dari Sumbawa ke Moyo. Sampai saat ini sulit mencari kepastian jadwal penyeberangan kapal Moyo-Sumbawa. Untuk menuju Kota Sumbawa Besar melalui transportasi udara, tersedia penerbangan Lombok-Sumbawa. Tercatat baru dua maskapai penerbangan melayani Lombok-Sumbawa yakni Merpati Nusantara Airlines dan Trans Nusa.

Wisatawan yang menginap di Amanwana jelaslah turis berkantung tebal. Pasalnya Amanwana memiliki kapal dan dermaga khusus untuk menjemput tamunya. Tamu yang datang bisa lewat laut atau lewat udara. Tergantung permintaan tamu dan biaya yang dikeluarkan. Tak heran kalau mendiang Putri Diana pernah tinggal selama tiga hari di Moyo. Demikian juga musisi Mick Jagger, serta mantan kiper nasional Belanda dan mantan kiper Manchester United, Edwin van der Sar.

Air Terjun Diwu Mbai di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Meskipun terkendala masalah transportasi, perlahan-lahan nama Moyo mulai dikenal wisatawan domestik dan para biro perjalanan pun menawarkan paket wisata ke pulau nan eksotis di utara Sumbawa ini.

Pulau Moyo tetap diburu wisatawan untuk berpelesir menikmati panorama pasir putih dan keindahan bawah lautnya. Selain pantai, Pulau Moyo ternyata menyimpan obyek wisata air terjun yang sangat indah dan digandrungi turis asing.

Pulau berpenduduk 1.944 jiwa (sensus 2010) ini memiliki obyek wisata air terjun yang tak jauh dari Labuhan Aji, nama desa yang juga sekaligus pintu masuk bagi wisatawan yang datang dari Pulau Sumbawa. Keindahan air terjun ini betul-betul alami. Namanya air terjun Diwu Mbai dan Mata Jitu.

Untuk menuju air terjun Diwu Mbai di Dusun Brang Rea ada dua pilihan, jalan kaki atau naik ojek. Rombongan turis asing yang menggunakan kapal phinisi ke Moyo lebih memilih berjalan kaki ke air terjun yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Labuhan Aji. Kalau Anda tak mau capek berjalan di panas terik, sewalah ojek yang mangkal tak jauh dari Labuhan Aji dengan tarif Rp 25.000. Lama perjalanan sekitar 15 menit.

Menuju air terjun Diwu Mbai di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Tidak semua kondisi jalan menuju air terjun Diwu Mbai terbilang mulus. Setelah melewati perkampungan, jalanan berupa tanah dan sekali-kali (lebih aman) turun dari motor karena melewati sungai. Setelah melewati sungai, perjalanan dilanjutkan kembali dengan naik ojek. Tanda-tanda sudah sampai ke Diwu Mbai adalah saat sepeda motor memasuki hutan dan terhalang sungai. Untuk lebih amannya kita disarankan berjalan kaki menuju air terjun tersebut.

Mendekati air terjun Dwu Mbai, terdengar suara canda anak-anak. Ternyata anak-anak tersebut asyik bergelantungan di seutas tali yang digantungkan di pohon. Mereka berayun-ayun bak tarzan dan terjun ke sungai yang berair jernih. Sepertinya anak-anak tersebut sudah piawai bergelantungan dan berlari di batu tanpa khawatir tergelincir. Hanya sayang sekeliling lokasi air terjun dipenuhi sampah plastik minuman kemasan. Padahal Diwu Mbai sangat layak “dijual” kepada wisatawan yang ingin mereguk keindahan alam Moyo selain keindahan pantainya.

Air terjun satu lagi adalah Mata Jitu. Dari Labuhan Aji menuju Mata Jitu berjarak sekitar 4 kilometer dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit menggunakan ojek dengan tarif Rp 60.000. Sama dengan perjalanan ke Diwu Mbai, menuju Mata Jitu kondisi jalan lebih ekstrem lagi, penuh tanjakan, tidak beraspal, batu berserakan, dan satu lagi debu…

Beningnya air di Air Terjun Mata Jitu, Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Namun bagi pengendara ojek, karena sudah pengalaman, mereka tak terlihat kesulitan mengendarai motor melewati tanjakan yang penuh debu. Kadang-kadang pengendara ojek meliuk-liuk melewati jalanan di tengah teriknya sinar matahari. Yang dibonceng pun otomatis mengikuti irama tubuh si pengendara. Untuk menghindari debu, maka jarak satu ojek dengan ojek lain diatur agak tidak terlalu dekat.

Setelah melewati tanjakan dan jalan berbatu selama 30 menit, sampailah motor di tepi hutan. Tak sabar melihat Mata Jitu, Akhmad Zulfikri, Humas Merpati Nusantara Airlines cepat-cepat turun dari motor dan berjalan memasuki hutan. Untuk mencapai air terjun Mata Jitu di Dusun Brang Kua ini, pengunjung diharuskan berjalan kaki. Sepeda motor dilarang memasuki lokasi air terjun.

Perjalanan memasuki hutan sekitar 5-10 menit sungguh mengasyikkan. Berjalan di bawah pepohonan rindang membuat perjalanan tanpa terasa sudah mendekati air terjun Mata Jitu. “Itu air terjun Mata Jitu,” kata Erick alias M Widijatmoko,  tour konsultan pulau moyo yang mengantarkan kami selama berada di Pulau Moyo.

Suara air terjun terdengar jelas. Langkah kami pun semakin bersemangat mendekati lokasi yang dimaksud Erick. Wow… air terjun Mata Jitu lebih tinggi dari Diwu Mbai dan lebih sepi. Airnya terlihat kehijau-hijauan dan sangat jernih. Air terjun bertingkat-tingkat nan indah ini memiliki kolam  dengan airnya yang jernih dan bebas polusi. Daun-daun kering memenuhi kolam yang ada di tengah hutan belantara ini. Kami lantas turun berjalan setapak untuk mendekati salah satu kolam. Membasuh wajah dengan air ini betapa sejuk airnya.

Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

“Di sini ada kesepakatan antara masyarakat dengan pihak Amanwana bahwa dilarang mandi di kolam ini. Kalau mau mandi, ada di atas sana,” kata Erick sambil menunjuk ke atas di mana aliran air meluncur deras.

Kami pun penasaran dan melanjutkan perjalanan mendekati guyuran air terjun tersebut. Memang, suasana sekitar terlihat sepi, tidak ada penduduk yang mandi seperti di Diwu Mbai. Begitu indahnya Mata Jitu. Derasnya air langsung jatuh dan buihnya memencar di kolam. Tak salah kalau mendiang Putri Diana menyempatkan diri mandi di air terjun Mata Jitu. “Bahkan ada yang menamakannya Queen Waterfall,” kata Erick.

Kebersihan di air terjun mata Jitu terlihat lebih terjaga. Mungkin benar apa yang dikatakan Erick, larangan mandi di sini benar-benar ditaati sehingga sampah-sampah plastik tidak terlihat. Sungguh suatu aset yang berharga bila keaslian air terjun Mata Jitu di Moyo tetap terpelihara sehingga mampu menarik banyak wisatawan untuk datang menikmati keindahan alam ini.

Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Editor : I Made Asdhiana
Advertisements

About terbang ke bulan

a travel site dedicated for traveler & for GOD to create this beautiful earth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s