Ada Tasya, Dilo dan Dilan dalam Implementasi Transformasi Digital di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Saat ini industri dunia telah menghadapi revolusi industri 4.0 yaitu merupakan konsep automisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Dimana hal tersebut bertujuan untuk efisiensi waktu, tenaga dan biaya.

Industri penerbangan Indonesia saat inipun telah mengadopsi revolusi industri 4.0, salah satunya  Bandar Udara Soekarno Hatta yang telah menerapkan transformasi digital layanan terhadap pelayanan dan keamanan bagi para penumpang dan stakeholder terkait.

Transformasi digital yang dilakukan ini juga sejalan dengan upaya Angkasa Pura II menjadi The Best Smart Connected Airport Operator in The Region.

Selain itu, digitalisasi di bandara bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan traveler atau penumpang pesawat saat ini yang sekitar 60-70% berasal dari kalangan milenial.

Adapun Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia dan salah satu tersibuk di dunia, menjadi tempat dalam mengembangkan platform digital kebandarudaraan sebelum nantinya digunakan di bandara lain. Konsep yang dikembangkan di Angkasa Pura II disebut dengan “Digitally Ready Enterprise” dengan mengedepankan pemanfaatan  state of the art technology dalam implementasi transformasi digital perusahaan.

Sejumlah konsep atau produk telah dilahirkan dari transformasi digital yang dijalankan Angkasa Pura II dan sudah diimplementasikan di Bandara Soekarno-Hatta untuk aspek operasional dan pelayanan.

Untuk aspek operasional, ketersediaan infrastruktur/fasilitas atau produk tersebut antara lain:

Airport Operation Control Center (AOCC)

Gedung AOCC terletak di kawasan perkantoran Soekarno-Hatta, dilengkapi dengan perangkat dan perlengkapan modern guna memantau seluruh aktivitas bandara. Personil AOCC berasal dari PT Angkasa Pura II, maskapai, ground handling, Otoritas Bandara, Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, dan AirNav. Seluruh stakeholder berkolaborasi di AOCC untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi penerbangan. Pada intinya, AOCC merupakan wadah kolaborasi di antara stakeholder sehingga tercipta Airport Collaborative Decision Making (ACDM).

Terminal Operation Center (TOC)

TOC terletak di setiap terminal, yaitu Terminal 1, Terminal 2,  Terminal 3 dan Terminal Kargo. Fungsi dari TOC adalah sebagai pos komando terintegrasi guna memastikan fungsi dari masing-masing unit seperti keamanan, operasional dan pelayanan dapat berjalan maksimal di setiap terminal. Personil TOC selalu berkoordinasi dengan AOCC guna menjamin kelancaran operasional bandara. 4 TOC di Bandara Internasional Soekarno Hatta ini mengandalkan keberadaan 2.000 CCTV yang beroperasi dalam 24 Jam.

iPerform Apps

PT Angkasa Pura II kini memiliki platform aplikasi iPerform di iOS dan android yang hanya dapat diakses oleh kalangan internal dan menjadi alat bantu operasi internal. Aplikasi ini dapat membantu memantau aktivitas di bandara seperti status parking stand, garbarata, data TOC, toilet, hingga terkait bisnis. Melalui iPerform, pengoperasian bandara dapat menjadi lebih mudah serta memastikan keberlangsungan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa di bandara.

sedangkan di aspek pelayanan pun juga didorong pemanfaatan teknologi digital dalam peningkatan customer experience di bandara. Konsep Airport Digital Journey Experience juga menjadi proses pelayanan yang memperhatikan aspek pre-journey, on-journey dan post-journey.

Beberapa diantaranya adalah :

Contact Center 138

Layanan contact center 138 menjadi pusat pengendali layanan dan response kepada pelanggan melalui phone-in service, Whatsapp Messengers dan juga social media. Bekerja dalam 7 hari dalam seminggu dan 24 jam dalam 1 hari, contact center agent selalu meresponse kebutuhan masyarakat untuk layanan jasa kebandarudaraan.

Digital Officer with Digital Device (DODD)

DODD, lebih dikenal dengan Petugas DiLan (Digital Melayani),  merupakan personil PT Angkasa Pura II yang dilengkapi gadget digital supaya dapat dengan cepat menangani permasalahan di lapangan atau memberikan solusi atas pertanyaan pertanyaan penumpang pesawat mau pun pengunjung bandara. Personil yang menjadi DODD berasal dari Terminal Services, Aviation Security, dan Safety, Risk & Quality Control. Di setiap gadget personil DODD terdapat aplikasi iPerform, Indonesia Airports, Flight Management Module, dan lainnya.

Self Boarding Gate

Angkasa Pura II telah menyediakan self boarding gate di Terminal 3 Soekarno-Hatta agar operasional maskapai dapat lebih efisien dan efektif, selain tentunya memastikan proses boarding berjalan teratur.

Autogate dan E-Ticket di Shelter Bus

Angkasa Pura II melakukan digitalisasi di layanan bus melalui autogate dan e-ticket di shelter bus Bandara Soekarno-Hatta. Autogate akan mengatur antrian penumpang untuk naik ke bus, dan e-ticket dapat menyederhanakan proses pembelian tiket di samping juga membuat operasional operator bus dapat lebih efisien.

Self Check-in Kiosk dan Self Baggage Drop

Adanya mesin self check-in kiosk dan self baggage drop membuat traveler lebih mudah dan cepat dalam memproses keberangkatan. Adanya kedua mesin ini merupakan salah satu upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang bebas ribet (hassle free service).

Sementara itu untuk aspek pelayanan lainnya, konsep atau produk yang telah diimplementasikan di Bandara Internasional Soekarno Hatta antara lain:

i-Millennial Airport Travel Experience Lounge (iMATE Lounge)

iMATE Lounge merupakan tempat bagi traveler untuk menikmati berbagai layanan berbasis digital mulai dari virtual assistant, digital wayfinding, informasi pariwisata, hingga berbagai kebutuhan lainnya. iMATE Lounge bagaikan one stop service dan one stop solution bagi traveler di bandara bandara PT Angkasa Pura II.

Travel Assistant System Angkasa Pura II (Tasya)

Tasya adalah layanan berbasis chat dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang dapat menemukan solusi atas kebutuhan, keluhan, atau pertanyaan dari traveler. Lebih lanjut, Tasya dapat memberikan sejumlah informasi diantaranya informasi mengenai proses check-in, mulai dari check-in island hingga Boarding Gate, cukup dengan menuliskan flight number; fasilitas-fasilitas yang ada di bandara seperti tenant, prayer room, free charging spots, dan lainnya; informasi mengenai event-event yang akan di selenggarakan di Indonesia; dan menyediakan seluruh channel Contact Center Angkasa Pura II mulai dari nomor telepon, e-mail, media sosial dan juga website korporasi. Layanan Tasya ini dapat ditemukan di aplikasi Indonesia Airports dan E-kiosk di terminal.

Indonesia Airports Apps

Aplikasi ini bisa diunduh di iOS dan android, berisi tentang berbagai kebutuhan traveler semisal mobile check-in, concierge express, jadwal penerbangan, hingga informasi terkait transportasi publik, layanan Tasya, dan sebagainya. Melalui pemanfaataan Indonesia Airports App, dalam prakteknya menjadikan pelayanan bandara ada di dalam genggaman (airport in your hand).

Airsport Arena

Tempat khusus bermain game online yang dilengkapi kursi dan meja khusus bermain game, headset, hingga Wifi berkecepatan tinggi sehingga memastikan koneksi tetap stabil dan tidak terputus.

Digital Droid

Angkasa Pura II kini juga memiliki robot bernama Dilo yang bertugas layaknya personil customer service, sekaligus menghibur traveler melalui program multimedia seperti musik, video, suara, dan lain sebagainya. Robot Dilo juga dapat bergerak mengikuti irama musik, dan memandang lawan bicara.

Sleeping Pod

Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki fasilitas sleeping pod di boarding lounge Terminal 3, yang dapat digunakan traveler untuk tidur atau beristirahat dengan nyaman dan aman di dalam pod canggih tersebut.

Capsule Hotel

Terminal 3 Soekarno-Hatta kini juga memiliki hotel kapsul yang dapat digunakan untuk beristirahat dengan hitungan jam hingga bermalam. Di setiap kapsul canggih itu terdapat hiburan tv kabel, penyejuk udara, dan fasilitas lainnya. Capsule Hotel saat ini dikenal juga sebagai Digital Hotel karena fasilitas digitalnya yang memberikan “new experience” bagi para pelanggannya.

Concierge Express

Ini adalah salah satu layanan yang paling banyak diminati oleh traveler di Soekarno-Hatta. Layanan ini dapat dipesan melalui aplikasi Indonesia Airports. Petugas Concierge Express menjadi solusi terhadap kebutuhan baggage handling di dalam gedung terminal.

Crowded Management System Display

Perangkat yang tersedia di dalam terminal ini dapat memberikan informasi mengenai berapa lama waktu tempuh bagi traveler untuk menuju ke suatu lokasi di dalam terminal dengan berjalan kaki.

Digital Way Finding

Apabila ingin cepat menuju suatu lokasi atau tenant di dalam terminal, traveler dapat mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Digital Way Finding. Perangkat ini tersedia di dalam terminal.

Digital Map

Perangkat ini menampilkan secara lengkap area, tenant, dan setiap ruangan yang ada di terminal.

Baggage Handling Monitoring System

Sistem ini dapat menampilkan status pergerakan bagasi melalui CCTV yang dimonitor langsung oleh passengers dari pesawat sampai ke break down area. Termonitor juga berapa lama first bag dan last bag yg akan sampai ke belt conveyor dgn time counter display.

Rencananya, di tahun 2020, implementasi “smart and connected airport” akan terus berlangsung dan mulai memasuki era baru dengan pemanfaatan big data analytics, virtual reality dan artificial intelligence.

Enjoy Airports!

Jewel of Borneo Beroperasi 10 Desember 2019

Terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin mulai beroperasi hari ini, Selasa 10 Desember 2019. Beroperasinya terminal baru yang dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 2 triliun ini menjawab permasalahan lack of capacity yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Trafik penumpang Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada 2018 sudah mencapai 3,9 juta penumpang. Sementara kapasitas ideal terminal lama hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per tahun. Dengan adanya terminal baru ini, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin memiliki kapasitas 7 juta penumpang per tahun, hampir lima kali lebih besar dari terminal lama.

“Pada momen libur natal dan tahun baru kali ini, masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan sudah dapat menikmati fasilitas terminal penumpang yang serba modern, lebih luas, dan lebih nyaman,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Hadirnya terminal baru ini, lanjut Faik Fahmi, merupakan wujud komitmen Angkasa Pura I kepada penguna jasa bandara serta masyarakat Kalimantan Selatan untuk meningkatkan layanan kebandarudaraan dengan mengutamakan kenyamanan tanpa mengenyampingkan aspek keselamatan dan keamanan.

“Selain itu, pengoperasian terminal baru ini juga merupakan bentuk kontribusi kami dalam merespon perkembangan perekonomian Kalimantan Selatan,” imbuh Faik Fahmi.

Pengoperasian perdana terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin ini juga ditandai dengan seremoni pengalungan bunga dan pemberian suvenir kepada penumpang pesawat yang berangkat dan mendarat pertama melalui terminal baru.

Penerbangan pertama yang melalui terminal baru yaitu Lion Air JT311 tujuan Jakarta pukul 06.00 WITA. Sedangkan kedatangan perdana yang melalui terminal baru ini yaitu Garuda Indonesia GA 530 dari Jakarta yang mendarat pukul 07.25 WITA.

Kemegahan sekaligus kekayaan bumi Kalimantan terlihat pada desain bandara yang menyerupai intan permata dengan bentuk atap yang menyerupai perahu jukung yang juga merupakan salah satu ciri khas Kalimantan Selatan. Oleh karena itu bandara ini juga disebut sebagai “Jewel of Borneo”.

“Jewel of Borneo” hadir dengan sisi modern melalui peralatan mutakhir berstandar internasional di area seluas 77.562 meter persegi yang mampu menampung 7 juta penumpang per tahun serta apron atau tempat parkir pesawat yang dapat menampung 14 pesawat narrow body.

Fasilitas berupa 3 garbarata (aviobridge), 42 check-in counter, dan 4 baggage conveyor disiapkan untuk semakin menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang. Selain itu, tersedia area parkir seluas 34.360 meter persegi yang mampu menampung 1.524 kendaraan roda empat dan 720 kendaraan roda dua serta masjid yang sebelumnya hanya bisa menampung 200 orang menjadi 1.186 orang.

Dokumentasi AP1